Rabu, 24 Januari 2018

MAKALAH “JANGKAUAN HISTORIS PERILAKU DALAM ORGANISASI”

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Perilaku Organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang perilaku tingkat individu dan tingkat kelompok dalam suatu organisasi serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun organisasi). Perilaku organisasi juga dikenal sebagai studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi,dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomisosiologiilmu politikantropologi dan psikologi.
Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang sumber daya manusia dan psikologi industri. Organisasi dalam pandangan beberapa pakar seolah-olah menjadi suatu “binatang” yang berwujud banyak, namun tetap memiliki kesamaan konseptual. Atau dengan kata lain, rumusan mengenai organisasi sangat tergantung kepada konteks dan perspektif tertentu dari seseorang yang merumuskan tersebut.
Setiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidupnya, karena pengaruh pengetahuan dan pengalamannya yang berbeda. Namun setiap manusia akan sama dalam satu hal yaitu ingin mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Perilaku organisasi adalah suatu sudi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu. Pada hakikatnya meliputi aspek yang ditimbulkan dari pengaruh manusia terhadap organisasi. Kerangka dasar pemikiran ilmu perilaku ini didukung paling sedikit dua komponen, yakni individu-individu yang berperilaku dan organisasi formal sebagai wadah dari perilaku tersebut. Ciri peradaban manusia yang bermasyarakat senantiasa ditandai dengan keterlibatannya dalam suatu organisasi tertentu. Itu berarti bahwa manusia tidak dapat melepaskan diri untuk tidak terlibat pada kegiatan bermasyarakat maupun organisasi.
Perilaku manusia dapat ditelusuri dari awal periode sejarah, dimulai dari spekulasi mengenai fisik manusia yang dapat kita jumpai melalui buah karya Filosof Yunani Plato. Filosof ini selalu membicarakan mengenai jiwa manusia yang dibagi atas 3 bagian, yakni: (1) Philosophic, yang merupakan suatu alat untuk mencapai ilmu pengetahuan dan pengertian, (2) Spirited, yakni suatu aspek dari jiwa manusia ini yang berusaha untuk mencari kekuasaan dan ambisi, (3) Appetite, yakni keinginan untuk memenuhi selera seperti misalnya makan, minum, seks, dan uang.
Plato percaya bahwa salah satu dari tiga bagian ini bisa mendominasi tingkah laku manusia, dan karena itu ia menggolong-golongkan manusia itu atas tiga tipe, yakni: filosofis, ambisius, dan pencinta keberuntungan (lovers of gaini). Walaupun minat Plato dalam perilaku manusia itu ditekankan pada filosofinya, namun analisisnya memberi pengaruh besar terhadap pemikir-pemikir dalam mendefinisikan asumsi-asumsinya mengenai bagaimana pemerintah atau organisasi negara ini dibentuk dan dibina. Kemudian, pada awal abad ke-20, muncul konsep berbagai konsep mulai dari manajemen ilmiah, klasik, hubungan manusiawi, hingga sampai pada perilaku organisasi modern.
1.2 Rumusan masalah
1.      Bagaimana Perkembangan Ilmu Perilaku Itu Terjadi ?
2.      Apa Landasan Perilaku Bagi Manajemen yang Sistematis ?
3.      Apa yang Dimaksud Dengan Hubungan Antar Manusia ?
1.3 Tujuan dan manfaat
Tujuan
a.       Untuk Mengetahui Dinamika Disiplin Ilmu Prilaku
b.      Untuk Mengetahui Landasan Perilaku Manajemen yang Sistematis
c.       Untuk Mengetahui Apa yang Dimaksud dengan Hubungan Antar Manusia
Manfaat
Bagi kami manfaatnya yakni menambah wawasan serta dapat memahami tentang jangkauan historis organisasi dalam aspek :
·         Dinamika disiplin ilmu perilaku
·         Landasan prilaku bagi manajemen yang sistematis
·         Hubungan antar manusia


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Perkembangan Ilmu Prilaku
A.   Pengertian Secara Epistemologi
Dari sudut biologis perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme yang bersangkutan yang dapat di amati secara langsung maupun tidak langsung.
Menurut soekidjo,N, 1993. perilaku adalah suatu aktifitas amanusia itu sendiri.
Menurut robert kwick, 1974. perilaku ádalah tindakan atau perilaku suatu organisme yang dapat amati dan bahkan dapat di pelajari
Menurut sri kusmiyati dan desminiarti 1990, perilaku ádalah proses interaksi individu dengan lingkungannya sebagai manifestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.
Apabila ditarik garis besar dari berbagai arti diatas baik dari sudut pandang biologis maupun menurut para ahli bahwa esensinya prilaku manusia adalah aktifitas yang timbul karena adanya stimulus dan respon serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung.
B.     Ciri-ciri prilaku manusia yang membedakannya dengan makhluk lain
Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (1983) dalam bukunya Pengantar Umum Psikologi, ciri-ciri umum prilaku mannusia adalah kepekaan sosial, kelangsungan prilaku, orientasi pada tugas, usaha dan perjuangan tiap individu adalah unik. Secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut :
a.       Kepekaan sosial
Artinya kemampuan manusia untuk dapat menyesuaikan prilakunya sesuai dengan harapn orang lain. Manusia adalah mahluk sosial yang dalam hidupnya perlu sahabat dan bekerjasama dengan orang lain. Prilaku manusia adalah situasional, artinya prilaku seseorang akan berbeda pada situasi yang berbeda.
b.      Kelangsungan prilaku
Artinya antara prilaku yang satu ada kaitannya dengan perilaku yang lain, prilaku yang sekarang adalah kelanjutan prilaku yang baru dan seterusnya. Jadi sebenarnya prilaku manusia tidak pernah berhenti pada suatu saat.
c.       Orientasi pada tugas
Artinya bahwa setiap prilaku manusia selalu memiliki orientasi pada suatu tugas tertentu. Apabila tugas disana diartiakan kerja maka, individu yang bekerja berorientasi untuk menghasilkan sesuatu.
d.      Usaha dan perjuangan
Usaha dan perjuangan manusia telah dipilih dan ditentukan sendiri, serta tidak akan memperjuangkan sesuatu yang memang tidak ingin diperjuangkan.
e.       Tiap-tiap individu manusia adalah unik
Unik disini mengundang arti bahwa manusia yang satu berbeda dengan manusia yang lainnya tidak ada manusia yang sama persis di muka bumi ini, walaupun ia dilahirkan kembar. Manusia mempunyai ciri-ciri, watak, tabiat, keperibadian dan motivasi tersendiri yang membedakannya dengan manusia lainya.
C.     Proses pembentukan perilaku
a.       Perilaku manusia terbentuk karna adanya kebutuhan. Menurut Abraham Harold Maslow, manusia memiliki Lima kebutuhan dasar, yaitu :
1)      Kebutuha filosofis/biologis, yang merupaka kebutuhan pokok utama. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi akan terjadi ketidak seimbangan fsiologis. Misalnya, kekurangan O2 yang menimbulkan sesak napas dan kekurangan H2O dan elektrolit yang menyebakan dehidrasi.
2)      Kebutuha rasa aman
3)      Kebutuhan mencintai dan dicintai
4)      Kebutuhan harga diri
5)      Kebutuhan aktualisasi diri
Tingkat dan jenis kebutuhan tersebut satu dan lainnya tidak dapat dipisahkan karna merupakan satu kesatuan atau rangkaian walaupun pada hakekatnya kebutuhan fsiologis merupak factor yang dominan untuk kelangsungan hidup manusia.
Kebutuhan, tidak dapat dipisah-pisahkan antara satu dan yang lain, misalnya memenuhi kebutuhan fisiologis dulu kemudian rasa aman dan setereusnya. Prilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan adalah secara simultan.
b.      Motivasi
Motivasi adalah dorongan penggerak untuk mencapai tujuan tertentu, baik disadari ataupun tidak disadari. Motivasi dapat hadir dari dalam diri individu ataupun dari lingkungan. Motivasi yang terbaik adalah motivasi yang timbul dari diri individu ( intrinsic ) bukan pengaruh lingkungan ( ekstrinsik )
c.       Factor perangsang dan penguat
Untuk menguatkan motivasi berperilaku dapat dilakukan dengan empat cara berikut :
·         Memberi hadiah dalam bentuk penghargaan pujian, piagam, hadiah, promosi pendidikan dan jabatan.
·         Kompetisi atau persaingan yang sehat
·         Mempertegas tujuan
·         Memberi informasi keberhasilan kegiatan yang telah dilakukan, untuk mendorong agar lebih berhasil
       I.            Pengaruh sikap dan kepercayaan
Sikap seseorang akan sangat mempengaruhi perilaku baik sikap positif maupun negatif.
D.    Faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang
a.       Faktor genetik atau faktor endogen
Tingkah laku manusia adalah corak kegiatan yang sangat dipengaruhi oleh faktor yang ada dalam dirinya. Faktor-faktor intern yang dimaksud antara lain jenis ras/keturunan, jenis kelamin, sifat fisik, kepribadian, bakat, dan intelegensia. Faktor-faktor tersebut akan dijelaskan secara lebih rinci seperti di bawah ini.
a)      Jenis,Ras/Keturunan
Setiap ras yang ada di dunia memperlihatkan tingkah laku yang khas. Tingkah laku khas ini berbeda pada setiap ras, karena memiliki ciri-ciri tersendiri. Ciri perilaku ras Negroid antara lain bertemperamen keras, tahan menderita, menonjol dalam kegiatan olah raga. Ras Mongolid mempunyai ciri ramah, senang bergotong royong, agak tertutup/pemalu dan sering mengadakan upacara ritual. Demikian pula beberapa ras lain memiliki ciri perilaku yang berbeda pula.
b)      JenisKelamin
Perbedaan perilaku berdasarkan jenis kelamin antara lain cara berpakaian, melakukan pekerjaan sehari-hari, dan pembagian tugas pekerjaan. Perbedaan ini bisa dimungkikan karena faktor hormonal, struktur fisik maupun norma pembagian tugas. Wanita seringkali berperilaku berdasarkan perasaan, sedangkan orang laki-laki cenderug berperilaku atau bertindak atas pertimbangan rasional.
c)      SifatFisik
Kretschmer Sheldon membuat tipologi perilaku seseorang berdasarkan tipe fisiknya. Misalnya, orang yang pendek, bulat, gendut, wajah berlemak adalah tipe piknis. Orang dengan ciri demikian dikatakan senang bergaul, humoris, ramah dan banyak teman
d)     Kepribadian
Kepribadian adalah segala corak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam dirinya yang digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsang baik yang datang dari dalam dirinya maupun dari lingkungannya, sehingga corak dan kebiasaan itu merupakan suatu kesatuan fungsional yang khas untuk manusia itu. Dari pengertian tersebut, kepribadian seseorang jelas sangat berpengaruh terhadap perilaku sehari-harinya
e)      Intelegensia
Intelegensia adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah dan efektif. Bertitik tolak dari pengertian tersebut, tingkah laku individu sangat dipengaruhi oleh intelegensia. Tingkah laku yang dipengaruhi oleh intelegensia adalah tingkah laku intelegen di mana seseorang dapat bertindak secara cepat, tepat, dan mudah terutama dalam mengambil keputusan
f)       Bakat
Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, misalnya berupa kemampuan memainkan musik, melukis, olah raga, dan sebagainya
b.      Faktor Eksternal
a)      Pendidikan
Inti dari kegiatan pendidikan adalah proses belajar mengajar. Hasil dari proses belajar mengajar adalah seperangkat perubahan perilaku. Dengan demikian pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku seseorang. Seseorang yang berpendidikan tinggi akan berbeda perilakunya dengan orang yang berpendidikan rendah.
b)      Agama
Agama akan menjadikan individu bertingkah laku sesuai dengan norma dan nilai yang diajarkan oleh agama yang diyakininya.
c)      Kebudayaan
Kebudayaan diartikan sebagai kesenian, adat istiadat atau peradaban manusia. Tingkah laku seseorang dalam kebudayaan tertentu akan berbeda dengan orang yang hidup pada kebudayaan lainnya, misalnya tingkah laku orang Jawa dengan tingkah laku orang Papua.
d)     Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu, baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial. Lingkungan berpengaruh untuk mengubah sifat dan perilaku individu karena lingkungan itu dapat merupakan lawan atau tantangan bagi individu untuk mengatasinya. Individu terus berusaha menaklukkan lingkungan sehingga menjadi jinak dan dapat dikuasainya.
e)      SosialEkonomi
Status sosial ekonomi seseorang akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu, sehingga status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi perilaku seseorang
E.     Bentuk prilaku
Prilaku dapat diberi batasan sebagai suatu tanggapan individu terhadap rangsangan yang berasal dari dalam maupun dari luar diri individu tersebut. Secara garisbesar bentuk prilaku ada dua macam yaitu :
Ø  Prilau pasif ( responsif internal )
Prilaku yang sifatnya masih tertutup, terjadi dalam diri individu dan tidak dapat di amati secara langsung. ( berfikir, berfantasi,berangan-angan dll )
Ø  Perilaku aktif ( respons eksternal )
Perilaku yang sifatnya terbuka, perilaku yang aktif adalah prilaku yang dapat diamati langsung, berupa tindakan yang nyata.


2.2 Landasan Prilaku bagi Manajemen yang Sistematis
A.    Landasan teoritis perilaku etis
Teori dan praktik etis adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Karna teori memberikan landasan dan alasan mengapa sebuah tindakan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan prilaku etis manusia: etika, moral, norma dan estetika.
1)      Pengertian secara epistemologi
a.       Etika
Dr. Kies Berten ( 2004 ) dalam buku Etika menjabarkan beberapa pengertian tentang etika dari tinjauan etimologi. Menurut K. Barten, berasal dari kata yunani kuno, yakni ethos ( bentuk kata tunggal ) yang berarti tempat tinggal, padang rumput, kandang, kebiasaan atu adat, akhlak, watak perasaan, sikap dan cara berfikir.namun demikian etika dimngerti secara umum sebagai ilmu tentang apa yang bisa kita lakukan. Etika adalah ilmu adat kebiasaan manusia ( BDK. K. Barten, Etika, Sri Filsafat Atmajaya, 15 Gramedia, Jakarta, halaman 4 )
Dalam kamus umum bahasa Indonesia ( W.J.S Poerwadarminto, 2002 ) etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak ( moral ). Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 etika dimengerti sebagai. Pertama, ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral ( ahlak ). Kedua, etika merupakan sekumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan ahlak atau kode etik. Ketiga, etika dimengerti sebagai nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atu kelompok.
Pengertian lain lagi mengenai etika menurut Prof. Dr. Frans Magnis Sueseno mengartikan etika sebagai ilmu yang mencari orientasi ( ilmu yang memberi arah dan pijakan pada tindakan manusia ).
Berlandakan pengertian-pengertian diatas kita dapat mengartikan etika menjadi tiga bagian: Pertama, etika merupakan system nilai, yakni nilai-nilai atau norma-norma moral yang menjadi pegangan ( landasan, alasan dan orientasi hidup seseorang atau kelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya. Kedua, etika adalah kumpulan asas-asas akhlak ( moral ) atau semacam kode etik. Ketiga, etika merupakan ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Hal ini terjadi apabila nilai-nilai, norma-norma moral, asa-asa ( akhlak ) atau kode etik yang terdapat dalam suatu masyarakat menjadi bahaan refleksi ( pemikiran ) secara menyeluruh ( holistic ), sistematis dan metodis.
b.      Moral
Secara etimologis kata moral berassal dari bahasa latin Mos ( Tunggal ) atau Moris ( jamak )yang berarti kebiasaan atau adat istiadat. Dengan demikian kata etika dan moral memiliki arti yang sama, hanya asal bahasanya saja yang berbeda. Kesamaan arti dari kedua kata itu berhubungan dengan adat istiadat, nilai- nilai atau norma-norma dan orientasi hidup seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. ( BDK. K. Barten, op.cit, Hal. 7 ).
c.       Estetika
Secara sederhana estetika adalah ilmu yang membahas tentang keindahan, Estetika disebut juga dengan filsafat keindahan ( Philosophy of Beauty ), yang berasal dari kata aisthetika atau aesthesis ( Yunani ) yang artinya hal-hal yang dapat dicerap dengan indera atau cerapan indera. Estetika membahas hal yang berkaitan dengan refleksi kritis terhadap nilai-nilai atas sesuatu yang disebut indah atau tidak indah. Sekitar 500-300 SM, pemikir dari zaman Yunani, seperti Socrates , Plato, Aristoteles, Plotinus, dan St. Agustinus ( di Zaman kemudian ). Mereka membicarakan seni dalam kaitannya dengan filsafat mereka tentang apa yang disebut “Keindahan”. Pembahasan tentang seni masih dihubungkan dengan pembahasan tentang keindahan. Inilah sebabnya pengetahuan ini disebut filsafat keindahan, termasuk di dalamnya keindahan alam dan keindahan karya seni. Seni (art) aslinya berarti teknik, pertukangan, keterampilan yang dalam bahasa Yunani Kuno sering disebut techne. Pada pertengahan abad ke XVII, di Eropa dibedakan keindahan umum (termasuk alam) dan keindahan karya seni atau benda seni. Dari sinilah muncul fine art atau hight art ( seni halus dan seni tinggi ), yang dibedakan dengan karya-karya seni pertukangan (craft). Seni pada zaman itu dikategorikan sebagai artifact atau benda hasil buatan manusia. Artefak pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi tiga golongan, yakni benda-benda yang berguna tetapi tidak indah, kedua benda-benda yang berguna dan indah, dan yang ketiga, benda-benda yang indah tapi tak ada kegunaan praktisnya. Artefak jenis yang ketiga inilah yang dibisarakan dalam estetika. Pada tahun 1750 istilah estetika diperkenalkan oleh filsuf bernama A.G. Baumgarten (1714-1762). Istilah estetika ini diambil dari bahasa Yunani Kuno, aistheton, yang berarti “kemampuan melihat melalui penginderaan”. Baumgarten menamakan seni itu sebagai pengetahuan sensoris, yang dibedakan dengan logika yang dinamakannya pengetahuan intelektual. Tujuan estetika adalah keindahan, sedang tujuan logika adalah kebenaran. Keindahan merupakan pengertian yang di dalamnya tercakup sebagai aktivitas kebaikan.
B.     Manajemen yang sistematis
Pengertian dan peranan manajemen
Manajemen dapat di artikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Para ahli ekonomi umumnya mempunyai pengertian yang berbeda tantang manajemen, berikut pengertian dengan demikian sebenernya manajemen itu hampir selalu ada pada setiap kegiatan manusia sebab manusia akan selalu berusaha berkumpul dan bekerja sama.
Fungsi dan Proses Manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang selalu ada dan melekat dalam proses manajemen yang akan dijadiakan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen dapat dilakukan di perusahaan manapun. Pada fungsi manajemen tersebut terdapat beberapa pendapat mengenai fungsi manajemen:
1.  George R. Terry
Fungsi manajemen: planning,organizing, actuating, dan controlling.
2.  Harold Kontz dan Cyrill O’Donnel
Fungsi manajemen: planning, organizing, staffing, directing, dan
conrtolling.
3.  Henry Fayol
Fungsi manajemen: planning, organizing, commanding, coordinating dan controlling
Berikut ini adalah garis besar dari keseluruhan teori yang telah dijabarkan di atas kita dapoat menyimpulkan tiga fungsi manajemen yang sangat umum digunakan yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan pengontrolan.
1.  Perencanaan (planning)
Perencanaan adalah kegiatan pertama seorang manajer dalam rangka    melaksanakan fungsi manajemen agar dapat membuat keputusan yang teratur dan logis sebelumnya harus ada keputusan terlebih dahulu sebagai petunjuk langkah-langkah selanjutnya. Keputusan itu mencakup hal-hal berikut:
·         Analisis, yaitu perhitungan bagaimana perkiraan dimasa depan.
·         Sasaran, yaitu perincian singkat dan tugas mengenai sasaran yang ingin   dicapai,menetapkan hasil yang diinginkan.
·         Kebijakan, yaitu rumusan cara-cara kerja yang akan dilaksanakn.
·         Program, yaitu urutan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran.
·         Skedul waktu, yaitu penetapan waktu atau jadwal yang harus dilakukan.
·         Anggaran keuangan, yaitu penetapan sumber-sumber keuangan yang digunakan untuk melaksanakan proyek yang direncanakan.
Planning yang efektif harus memenuhi 5 W 1 H:
-  What   : apa tujuan yang hendak dicapai
-  Why    : mengapa hal tersebut perlu dilakukan.
-  Where : dimana hal tersebut akan dilakukan.
-  When : kapan hal tersebut akan dilakukan
-  Who  : bagaimana cara melakukannya
2. Fungsi perencanaan bermanfaat untuk hal-hal berikut:
a.  Mengimbangi ketidakteraturan dari perusahaan.
b.  Memusatkan perhatian pada sasaran.
c.  Memperoleh pengelolaan yang ekonomis dan dan efektif
d.  Memudahkan pengawasan.
e.  Mendorong orang memberikan prestasi.
3.  Pelaksanaan (Actuating)
Actuating atau tahap pelasanaan merupakan penerapan atau implementasi dari rencana yang telah ditetapkan dan diorganisasikan.Actuating merupakan langkah-langkah pelaksanaan rencana didalam kondisi nyata yang mekibatkan segenap anggota organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Actuating adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadarab secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini dibutuhkan kepemimpinan (Leadership).
Leadership adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan tulus sehingga pekerjaan berjalan lancar dan tujuan dapat tercapai.
4.  Pengawasan (Controlling)
Pengawasan adalah fungsi manajemen yang tak kalah pentingnya, karna didalam pengawasan dilakukan koreksi. Pengawasan diperlukan untuk melihat apakah rencana dilaksanakan sesuai dengan tujuan. Tujuan pengawasan adalah untuk mencegah atau untuk memperbaiki kesalahan,penyimpangan, penyelewengan dan kegiatan lainnya yang tidak sesuai dengan rencana. Didalam pengawasan paling tidak dilakukan tiga proses, yaitu:
·         Melakukan pengukuran terhadap hasil kerja yang telah dicapai.
·         Melakukan perbandingan hasil kerja yang telah dicapai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
·         Melakukan koreksi terhadap hasil kerja yang meliputi pembiayaan dan efesiensi kerja.

2.3 Hubungan Anatar Manusia
Manusia adalah makhluk sosial sekaligus makhluk individual. Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki motif untuk mengadakan hubungan dan hidup bersama orang lain yang kemudian disebut dorongan sosial.
1)      Definisi
Menurut BONNER, hubungan antara dua atau lebih individu manusia dan perilaku individu yang satu mempengaruhi, mengubah, dan memperbaiki perilaku individu lain atau sebaliknya.
·         HAM (arti luas) : interaksi antara seseorang dengan orang lain dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan, bisa dilakukan di rumah, di jalan, di dalam kendaraan umum ( misal bis, kereta api ) dan sebagainya.
·         HAM  (arti sempit) : interaksi antara seseorang dengan orang lain. Akan tetapi interaksi di sini hanyalah dalam situasi kerja dan dalam organisasi kerja ( work organization ).
a.       Komunikasi Antar Manusia/Transaksional
·         transaksional dimana terjadi interaksi yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi antar individu.
·         masing-masing individu dapat sebagai pengirim dan penerima pada waktu yang sama
·         Gangguan mispersepsi (komunikasi tidak efektif)
b.      Komunikasi Antar Manusia Merupakan Multidimensi
·         mengandung dimensi isi dan dimensi berhubungan
·         Dimensi Isi berarti bahwa komunikasi adalah proses menyampaikan informasi menggunakan bahasa yang mudah
·         Dimensi berhubungan terkait dengan status hubungan yang terjalin antara pengirim dan penerima.
2)      Faktor-Faktor Yang Mendasari Interaksi Sosial
Menurut Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss (2000)
·         Kedekatan Geografis (Proksimitas) :intensitas  sering mempengaruhi interaksi sosial.
·         Kemiripan (Similarity) : hal usia, pendidikan, latar belakang etnik, agama, ras, status sosial ekonomi.
·         Situasi
o   Rasa suka timbal balik yang dipersepsi hubungan timbal balik
o   Perubahan dalam penghargaan  diri membawa pengaruh peningkatan harga diri.
o   Kecemasan mengubah kriteria dlm memilih teman
o    Isolasi naluri manusia utk berinteraksi
o   Kebutuhankebutuhan yang saling melengkapi
3)      Faktor-Faktor Yang Menentukan Interaksi Sosial
       I.            Adanya rasa percaya
sikap mengandalkan perilaku orang lain untuk mencapai tujuan yang dikehendaki  tidak akan berjalan baik dan lancar bila tidak ada rasa saling percaya.
faktor  yang berpengaruh :

·         Menerima, tanpa menilai , mengkritik
·         Empati
    II.            Sikap suportif
sikap yang mengurangi sikap melindungi diri (defensive) dalam komunikasi (mau menerima, jujur dlm interaksi)
Jack R. Gibb, mengemukakan :

·         Evaluasi vs diskripsi
Evaluasi adalah penilaian terhadap orang lain (pujian, kecaman ) deskripsi adalah penyampaian penjelasan tentang perasaan dan persepsi seorang tanpa ada unsur penilaian

·         Kontrol vs orientasi masalah
orientasi masalah : upaya untuk memecahkan masalah dengan mengkomunikasikan persoalan kepada orang lain untuk bekerjasama mencari pemecahannya.

·         Strategi vs spontanitas
strategi : cara yang digunakan utk mempengaruhi orang lain.

·         Spontanitas menunjukkan respon langsung dan menunjukkan  kejujuran seseorang.
strategi : cara yang digunakan utk mempengaruhi orang lain.

·         Netralitas vs empati
Netralitas : memperlakukan orang lain tidak sebagaimana mestinya,  acuh tak acuh, empati merupakan sikap memahami orang lain

·         Superior vs persamaan
superior akan menimbulkan orang lain menutup diri sikap persamaan, tidak membeda-bedakan

·         Kepastian vs provinsialisme
Seseorang yang merasa memiliki kepastian umumnya bersifat dogmatis, ingin menang sendiri provinsialisme  : kesediaan meninjau kembali pendapat orang lain

 III.            Sikap terbuka
Sikap terbuka amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang     efektif.

2)      Bentuk interaksi sosial
·      Kerja sama ialah suatu bentuk interaksi sosial dimana orangorang atau kelompok-kelompok bekerja sama Bantumembantu untuk mencapai tujuan bersama
·      Persaingan adalah suatu bentuk interaksi sosial dimana orangorang atau kelompok- kelompok berlomba meraih tujuan yang sama.
·      Pertentangan adalah bentuk interaksi sosial yang berupa perjuangan yang langsung dan sadar antara orang dengan orang atau kelompok dengan kelompok untuk mencapai tujuan yang sama.
·      Persesuaian ialah proses penyesuaian dimana orang- orang atau kelompok- kelompok yang sedang bertentangan bersepakat untuk menyudahi pertentangan tersebut atau setuju untuk mencegah pertentangan yang berlarut- larut dengan melakukan interaksi damai baik bersifat sementara maupun bersifat kekal. Selain itu akomodasi juga mempunyai arti yang lebih luas yaitu, penyesuaian antara orang yang satu dengan orang yang lain, antara seseorang dengan kelompok, antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
·      Perpaduan adalah suatu proses sosial dalam taraf kelanjutan, yang ditandai dengan usaha-usaha mengurangi perbedaan yang terdapat di antara individu atau  kelompok. Dan juga merupakan usaha- usaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
            Jangkauan Historis prilaku dalam organisasi sangat kompleks pembahasannya karna pada prinsipnya prilaku itu mencakup hakikat dari diri seseorang dan kelompok orang ( organisasi ) sehingga diperlukan pembahasan yang mendetail untuk sampai kepada tingkat pemahaman yang radik dan komperhensif.
            Seiring dengan dinamika sosial masyarakat yang disetiap kurun dan zamannya mempunyai perubahan. Begitupun disiplin ilmu perilaku yang sama halnya mempunyai perubahan karna, pada prinsipnya ilmu itu berkembang dan dapat dikembangkan secara subjektif. Esensinya prilaku merupakan bentuk penjabaran dari etika dan moral yang keduanya sangat terintegrasi satu samalainnya sehingga menjadi acuan dalam setiap aktifitas individu ataupun kelompok dalam menjalani kehidupannya.
            Landasan prilaku pula yang pada akhirnya melahirkan suatu system di dalam kehidupan masyarakat karna manusia sebagai human society yang menciptakan tataperadaban dan tataperadaban itu tercipta oleh prinsip bahwa manusia mempunyai hubungan dengan sesamanya..
Artinya prilaku yang berlandaskan nilai nilai moral menjadi modal awal bagi manusia ketika bersentuhann dengan konsep hubungan antar sesame manusia, dengan hubungan antar manusia itu mengharusskan adanya interaksi didalam pelaksanaannya karna pada prinsipnya manusia dalam konteks sosial merupakan human relationshif.
Bahkan konteks hubungan antar manusia termaktub didalam prinsip individu sebagai makhluk. Yaitu Selain hubungan spiritual dengan sang khaliq, hubnugan manusia dengan alam semesta secara keseluruhan dan terakhir hubungan antar manusia menjadi sangat penting karna posisi yang begitu strategis yaitu sebagai penyeimbang antara hubungan dengan allah dan alam semesta, tentu dengan demikian manusia menempatkan diri sebagai subjek.

3.2 Saran

            Berdasarkan uraian di atas maka, pada prinsipnya manusia memegang peranan penting dalam segala aspek baik itu secara intrinsic maupun ekstrinsik. Prilaku merupakan bagian dari dalam dan luar manusia itu sendiri. Maka sangat dipandang perlu bagi setiap individu untuk dapat memahami dirinya sendiri, memahami berbagai disiplin ilmu terkhusus apa yang sedang kita bahas saat ini yaitu tentang prilaku. Karna berpikir dan bertindak menandakan kita ada.

0 komentar:

Posting Komentar