Kamis, 04 Oktober 2018

Pemilu OSIS Putri SMK Bakti Karya Putaran 1 Berlangsung Alot


OSIS merupakan sebuah organisasi utama pelajar SMP dan SMA. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) ini biasanya dipimpin oleh seorang ketua dan wakil yang beranggotakan pengurus-pengurus  lainnya. Kepengurusan OSIS dibentuk untuk mengkoordinir tatanan organasisi antar siswa. Seperti halnya ketatanegaraan, sosok pemimpim adalah figur yang mampu menjadi tauladan, menampung aspirasi dan memperjuangkan hak-hak warganya.

SMK Bakti Karya Parigi, pada 04/10/2018 telah terjadi pemilihan OSIS putri. Jika biasanya dalam sebuah sekolah hanya ada satu ketua osis, lain dengan Bakti Karya, kini akan ada dua ketua OSIS, ini dilakukan sebagai bentuk pemisahan OSIS Putra dan OSIS Putri. “One voice one man”, satu orang satu suara, metode pemilihan demokratis ini digunakan oleh TIM KPU (Komisi Pelimilihan Umum) SMK Bakti Karya Parigi.

Ada beberapa partai yang ikut bertandang, mengajukan calon ketua OSIS Putri, yaitu: Dari Partai Nusa Berkarya dengan Nomor 1, dengan nama Paslon  Sofiani dan Siska Mirahasanah. Selanutnya dengan Nomor urut 2 dari parti Cinta Damai, dengan Paslon Reni Ermawana dan Jumidah. Sedangkan Paslon Nomor 3, Anisa'ul Amanah dan Firda Dwi dari partai Indonesia Bersatu.

"OSIS Putri ini hadir sebagai penyeimbang dan menampung aspirasi siswi. OSIS Putri ini mewakili putri, sehingga siswi juga memiliki figur pemimpin OSIS. Harus ada ruang ekspresi bagi putri. Kita akan melihat keunggulan diantara OSIS Putra dan Putri kelak dalam menjalankan program". Ujar Jujun Junaedi selaku asisten pembina OSIS Bakti Karya Parigi.
Sampai saat berita ini ditulis, pemungutan suara masih terus berlanjut. Alotnya perselisihan angka belum bisa dipastikan siapa yang akan keluar menjadi ketua OSIS Putri perdana di SMK Bakti Karya Parigi. Pemilihan akan tetap berlanjut hingga tanggal 05/10/2018 di Aula SMK Bakti Karya Parigi.

Konsolidasi Pemilu OSIS Putri SMK Bakti Karya Parigi


"Pemilihan akan berlanjut besok. Kita lihat saja hasilnya besok. Dan apapun hasilnya semoga terbaik". Ungkap ketua KPU Eman saat ditemui di ruang panitia.

_________________________
Pastikan anda mengikuti terus berita ini, dan dapakatkan manfaatnya.


Red/Herah

Rabu, 03 Oktober 2018

STIT NU Al Farabi Pangandaran Gelar MoU dengan UIN Bandung


Riuh tepuk tangan bergemuruh di Aula STIT NU Al Farabi Pangandaran saat Dr. H. Badrudin, M. Ag. Menjelaskan tentang kurikulum Manajemen Pendidikan Islam berbasis KKNI dengan penuh canda tawa. Materi kurikulum Manajemen Pendidikan Islam disampaikan dengan renyah, gayung bersambut, mahasiswa tertawa, yakin sudah bahwa kuliah di Jurusan Manajemen Pendidikan Islam adalah pilihan tepat.
MoU STIT NU dengan UIN Gunung Djati

Asep Saepurohman, M. M. Selaku ketua STIT NU Al-Farabi Pangandaran membuka kegiatan Review kurikulum manajemen pendidikan islam. Dalam sambutannya ia mengatakan, “Review kurikulum manajemen pendidikan islam ini adalah lompatan STIT NU Al Farabi dalam mewujudkan Visi STIT NU Al Farabi, melahirkan lulusan yang berdaya saing dan kompeten pada bidang manajerial dan administrasi tahun 2022”.




Dalam pemaparan materi, Badrudin mengatakan "MPI ini harus mampu berada dalam peluang dan menciptakan peluang. Proses kreatif dan berpikir maju, membuka ruang kerjasama dan menjembatani kesenjangan masyarakat dengan membuka peluang-peluang usaha baru. Pangandaran sebagai daerah laut tentu mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan, mahasiswa dan perguruang tinggi harus responsif pada setiap keadaan atau bahkan dapat berpikir melintasi zaman, namanya juga manajer. Senada dengan perkataan Dr. Badrudin, Yanti Nurdiyanti sebagai Dosen STIT NU Al Farabi mengakatan“Mahasiswa memiliki peran penting dalam pembinaan generasi bangsa, di tangan mahasiswa lah kedepan Indonesia ini berada. Maka STIT NU Al-Farabi berperang penting dalam peningkatan sumber daya manusia di Kab. Pangandaran khususnya. Kita siapkan mahasiswa yang kritis, mempunyai seni kepemimpinan dan tentu profesional dalam manajemen dan admnistrasi” 
MoU STIT NU dengan UIN Gunung Djati

Diskusi masalah ilmu pengetahuan, waktu 24 jam itu seakan kurang. Apalagi kegiatan ini hanya dilaksanakan dari jam 08.00 sampai 17.00 WIB. Kini tanggal 03 oktober 2018 menjadi angka cantik bagi mahasiswa, “MPI dan STIT NU Al Farabi Pangandaran adalah kebanggaan bagi saya karena didirikan dan dikelola oleh putra daerah. Tentu ini adalah motivasi bagi saya untuk menjadi pribadi yang unggul” ujar Miftah Ages dalam statemen disela-sela menanyakan tentang ke-MPI-an.

Selain me-review kurikulum MPI STIT NU Al-Farabi, kini STIT NU Al Farabi Pangandaran menggelar MoU dengan UIN Sunan Gunung Djati mengenai Pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Peneltian dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang ditandangani masing-masing oleh Kaprodi MPI STIT NU Al Farabi Yayat Hidayat, M. Pd. I., Kaprodi MPI FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H. Badrudin, M. Ag., Ketua STIT NU Al Farabi Drs. Asep Saepurohman, M. M. dan dekan FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. Tedi Priatun, M. Ag.

Review Kurikulum STIT NU Al Farabi Pangandaran
Penanda tanganan MoU dilakukan di Aula STIT NU Al Farabi. Dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan tamu undangan. Kini, mahasiswa dan steakholder memahami tujuan dan prospek lulusan STIT NU Al Farabi. Mereka juga yakin, bahwa STIT NU Al Farabi prodi MPI akan mampu melahirkan lulusan yang unggul dan profesional dibidangnya. Hal ini senada dengan ungkapan Prasetya salah satu pengelola sekolah di Kab. Pangadaran, “STIT NU Al Farabi telah membuktikan keberadaannya dan saya telah mengakui profesionalisme mahasiswanya di sekolah yang pernah dijadikan tempat pengabdian masyarakat.

Selasa, 02 Oktober 2018

STIT NU Al Farabi Pangandaran Lakukan Pemantapan Kurikulum KKNI

Siapa yang tidak tahu STIT NU AL FARABI PANGANDARAN, kampus pertama di Kab. Pangandaran ini kini sangatlah megah dari segi bangunan dan pemikirannya. Kampus dengan dua prodi Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Islam Anak Usia dini kini menjadi primadona bagi lulusan SLTA untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

STIT NU AL FARABI PANGANDARAN banyak berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia di Kab. Pangandaran, khususnya dalam pendidikan -umum maupun agama- karakter. Demi melejitkan potensi mahasiswa, STIT NU AL FARABI PANGGANDARAN terus berbenah diri, diantaranya pembenahan kurikulum.

Besok, 3 Oktober 2018, STIT NU AL FARABI PANGGANDARAN akan menggelar seminar umum tentang review kurikulum Manajemen Pendidikan Islam. Kegiatan besok akan diisi oleh pakar kurikulum dari Kab. Pangandaran dan mendatangkan spesialis kurikulum perguruan tinggi dari UIN Sunan Gunung Djati Dr. Badrudin, M. Ag.

Mengkonfirmasi panitia pelaksana, "Kegiatan review kurikulum ini dilaksanan untuk menjamin lulusan STIT NU AL FARABI PANGGANDARAN yang berdaya saing pada bidang manajerial dan administrasi tahun 2020 sebagaimana visi prodi Manajemen Pendidikan Islam. Selain pakar kurikulum, Dosen, Mahasiswa dan steakholder diundang dalam kegiatan ini. Hal ini untuk memastikan konektivitas perguruan tinggi dengan pengguna lulusan" tutur Yanti Nurdiyanti.

Merupakan kewajiban kurikulum perguruan tinggi harus memenuhi standard KKNI. Kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) akan meningkatkan kualitas lulusan perguruaan tinggi. Kurikulum KKNI memuat kompetensi mata kuliah yang terdiri dari kognitif, psikomotorik, dan afektif atau sikap. Berkenaan dengan itu, dalam rangkaian review kurikulum manajeman pendidikan islam STIT NU AL FARABI PANGANDARAN, STIT NU akan mengadakan MoU (memorandum of understanding) dengan ketua prodi MPI UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG.
reviwe kurikulum stit nu al farabi pangandaran

Sobirin, PNS Pangandaran terbitkan 6 buku.

Siapa yang tidak kenal Dr. Sobirin di Kab. Pangandaran ini, sosoknya yang ramah dan visioner ini sangat akrab dengan masyarakat. 1 Oktober 1984 Sobirin mengawali karirnya di Kab. Pangandaran sebagai guru SD N III Cibanten kemudian Sobirin menjadi guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Parigi sejak 1 Juli 2013 dan menjadi pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Pangandaran.
18 Agustus 1963 kiranya menjadi spirit tersendiri baginya, spirit untuk mendidik secara langsung maupun tidak langsung, melalui tulisan.



Di tangannya 6 buku telah ia lahirkan, mulai tentang kesusatraan hingga tentang pariwisata dalam bahasa inggris.  Selain itu pemikirannya tersebar dalam buku antologi penulis kondang lainnya.
Ia yang lahir dari keluarga yang  sederhana, dengan latar belakang orang tua yang bekerja sebagai seorang buruh tani di kampung tidak membuat ia kecil hati, justru semua itu menjadi cambuk baginya untuk mejadi pribadi kuat dan pantang menyerah. Ya, bahkan Sobirin pernah menjadi kuli dan pekerja harian lepas semasa kecil hingga remaja. Semua itu justru menjadi modal hidup untuk hidup gemilang sebagaimana pencapaiannya saat ini.

Keluarganya yang sederhana, hanya mampu membiayai sekolah hingga tingkat SLTA, selebihnya adalah perjuangan tanpa lelah yang mengalir dalam pori-porinya.
Kini ia adalah seorang pegawai negeri sipil di Kab. Pangandaran, tapi semua itu tidak menjadikan ia pemalas atau berhenti berkarya. Disela kesibukannya sebagai PNS, dalam waktu luang, di  luar jam kerja ia habiskan waktunya untuk menulis.

2015, Sobirin menerbitkan bukunya yang peetama dengan judul Kepemimpinan Kepala Sekolah Upaya Meningkatkan Kinerja Guru. Demikian tahun 2018 Sobirin meulis antologi puisi dengan judul buku Kututup Tirai.

Senin, 01 Oktober 2018

Unpad beri penghargaan pada Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata

Pendidikan di Pangandaran kian meroket dengan segudang prestasi. Bagaimana tidak, warga Pangandaran mendapatkan pendidikan gratis dari Jeje Wiradinata hingga jenjang SLTA. Selain itu warga Pangandaran yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi mendapat jatah 50% untuk masuk UNPAD Pangandaran.

Berkat kerja keras berdama, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menerima Penghargaan Satya Karya Bakti Padjajaran dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Selasa 18 September 2018. Penghargaan itu diberikan atas komitmennya memajukan pendidikan, dan dedikasinya untuk mendukung pengembangan Unpad di Pangandaran.

Pada Dies Natalis UNPAD Ke-60 UNPAD berikan Penghargaan Satya Karya Bakti Padjajaran pada Jeje Wiradinata.

Jeje dapat penghargaan dari rektor UNPAD


Penghargaan tersebut cetak Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad. Dengan rendah hati Jeje mengatakan via Whats App “Saya sangat tidak menyangka dengan penghargaan yang diberikan oleh Unpad. Dan saya rasa masih belum pantas.

Sejauh ini, Jeje aktif mendukung penuh Unpad di Kabupaten Pangandaran. Jeje yakin, Unpad di Pangandaran tentu akan menghasilkan kemajuan besar bagi Kabupaten Pangandaran.
Sementara itu, Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad dalam sambutannya menjelaskan ada tiga tokoh yang mendapatkan penghargaan. Dua tokoh dari diskusi internal Unpad, dan satu lagi adalah Bupati Pangandaran.

Langkah Bupati Pangandaran, kata Tri Hanggono, cukup penting dalam pengambilan kebijakan, termasuk untuk mendukung pengembangan Unpad di Pangandaran.
“Semoga Penghargaan yang diberikan dapat membantu untuk mengembangkan pendidikan secara luas,” ucapnya.

Minggu, 28 Januari 2018

Ukhuwwah Nisaiyah

Ada tiga kategori ukhuwwah (persaudaraan) Ukhuwwah Islamiyah adalah persaudaraan yang didasarkan atas kesamaan keyakinan keagamaan (Islam). Ukhuwwah Wathaniyyah adalah persaudaraan yang dibangun atas dasar kesamaan kebangsaan. Dan Ukhuwwah Basyariyah adalah persaudaraan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan. Kategori ketiga ukhuwwah tersebut sesungguhnya hanya memperlihatkan kecenderungan realitas kebudayaan di masyarakat Indonesia dan ketiga kategori tersebut tidak bisa disatukan secara bersamaan tegasnya kategorisasi tersebut tidak dimaknai secara dikotomis. Ini karenanya Islam pada hakkatnya adalah agama kebangsaan dan agama kemanusiaan. Kata yang popular dikalangan kita “ hubb al-wathan min al-iman “ (cinta tanah air merupakan bagian dari iman).
Dengan ini kehidupan manusia dimanapun harus dibangun Dalam relasi kesetaraan, tanpa diskriminasi (perbedaan) atas dasar apapun, manusia pada hakikatnya satu dan bersaudara dengan yang lainnya, mulai dari hubungan keluarga, hubungan umat, dan hubungan kemanusiaan.
Ukhuwwah Nisaiyah
Ukhuwwah Nisaiyah merupakan istilah asing di pendengaran kita, ukhuwwah nisaiyah merupakan persaudaraan atas dasar kesamaan jenis kelamin perempuan. Makna dan maksud disini adalah persaudaraan atau solideritas terhadap nasib dan perjuangan perempuan untuk menemuka kembali hak-hak kemanusiaan yang telah lama terenggut oleh system sosial yang diciptaka manusia.
Mengingat eksistensi perempuan untuk waktu yang panjang masih tenggelam dibawah bayang-bayang sejarah sosial yang terpinggir. Kaum perempuan dimasa itu termarginalisasi dari dialektika kehidupan.kemajuan memang sebagian sudah tercapai namun tetapi budaya partriarkhis sampai saat ini masih tetap menjadi budaya mainstream di kehidupan masyarakat. Bahkan solidaritas sosial terhadap penderitaan perempuan masih rendah dan belum cukup kuat. Gerak dan aktifitas perempuan di ruang public masih dibatasi dan diawasi secara ketat. Demikian juga dengan hak-hak politik/public perempuan yang lain.penampilan peempuan di ruang public dianggap “mengganggu” ini cukup menunjukkan bahwa hak-hak perempuan masih terdiskriminasi oleh sebuah otoritas budaya atau keagamaan.
Sebagaimana Firman Alloh:
“Hai sekalian manusia, bertakwalah pada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri (entitas) yang satu, dan dari padanya Tuhan menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Tuhan mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Alloh (mempergunakan) yang dengan nama-Nya lah kalian saling tolong menolong dan jagalah silaturrahmi. Sungguh, Alloh Maha Mengawasi.” (Q.S. an-Nisa’:1).
Pernyataan tersebut menegaskan perlunya kita membangun kebersamaan antara laki-laki dan perempuan untuk menata kehidupan bersama, saling medukung, berbagi rasa, berbagi kebahagiaan, dan bersama-sama membangun sikap solidaritas baik dalam ranah kebudayaan, politik, sosial, maupun spiritualitas.
Ukhuwwah Nisaiyah dalam sejarah kehidupan kaum muslimin awal telah muncul sebagai sebuah gerakan. Yang pada saat itu para istri nabi secara bersama-sama datang kepada beliau untuk mempertanyakan hak-haknya terkait segala aktivitas kehidupan bersama. Pernyataan tersebut juga pernah dikemukakan oleh seorang perempuan sahabat Nabi yang lainnya, jelas pernyataan perempuan tersebut menunjukkan pandangan solidaritas seorang perempuan terhadap nasib para perempuan terhadap nasib para perempuan lainnya.
Gerakan Ukhuwwah Nisaiyah dengan begitu menjadi signifikan untuk dilakukkan sebagai bagian dari gerakan Ukhuwwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Basyariyah . maka, Ukhuwawah Nisaiyah bukan hanya sekedar perjuangan perempuan sendiri, melaikan juga perjuangan laki-laki, dan semua yang memiliki komitmen untuk menegakkan kebenaran dan keadilan berdasarkan agama atau nilai-nilai kemanusiaan.
“ Fama ta’arafa minba I’talafa
Wa ma tanakara minha ikhtalaf”
Mereka yang bergabung akan membagi kebersamaan dalam kasih
Mereka yang menolak bergabung akan hancur redam terpisah-pisah
                                          (Hadits Nabi)


Kamis, 25 Januari 2018

Hak Asasi Perempuan

Tragedi 15 mei 1998 adalah sejarah nyata bukan mitos, dan bukan juga dongeng tentang nestapa kaum perempuan Indonesia. Hari itu merupakan tragedi kemanusiaan dalam kerusuhan sosial yang massif. Yang mana peristiwa itu adalah pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia dan tidak akan mudah dilupakan oleh bangsa indonesia khususnya bagi kaum perempuan. Pada peristiwa itu begitu terekam jelas dalam ingatan bangsa ini terutamanya kaum perempuan dimana menyebar kebencian yang sangat nyata.
Jika kekerasan terhadap  perempuan adalah produk budaya patriarkhi, dan selama budaya ini terus tegak dipertahankan, niscaya perempuan akan mudah diperlakukan sebagai objek, second class, sekaligus inferior. Dengan demikian  hal yang seperti ini kekerasan terhadap perempuan akan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Untuk menjawab kegelisahan di kaum Perempuan, tak ada hal lain dari kemauan bergeraknya perempuan untuk membangun kesetaraan yang mestinya di tegakan.
Disini hak perempuan haruslah dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang telah tertulis dalam Hak-hak asasi manusia yang mana hak tersebut ada dan berlaku bagi semua orang dimana saja, tanpa membedakan jenis kelamin ( laki-laki atau perempuan ), ras ( warna kulit ), status sosial ( kaya atau miski ), dan sebagainya. Maka hanya ada dua hal yang paling mendasar dan menjadi akar utama drai Hak Asasi Manusia ( HAM ) : Kesetaraan (al-musawab) dan Kebebasan (al-burriyyab) manusia. prinsip dasar tersebut kemudian melahirkan sejumlah prinsip lainnya, seperti prinsip penghormatan dan perlindungan terhadap martabat manusia, prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat dan dapat berpartisipasi dalam kehidupan bersama.
Hal yang sama juga disebutkan dalam banyak hadistdan ayat Al-Qur’an :
Kesetaraan Manusia
“Hai sekalian manusia, bertakwalah pada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri (entitas) yang satu, dan dari padanya Tuhan menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Tuhan mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Alloh (mempergunakan) yang dengan nama-Nya lah kalian saling tolong menolong dan jagalah silaturrahmi. Sungguh, Alloh Maha Mengawasi.” (Q.S. an-Nisa’:1).
Ditegaskan pula dalam sabda Nabi Muhammad SAW. 
“Manusia bagaikan gigi sisir, tidak ada keunggulan orang arab atas non arab, orang kulit putih ats kulit hitam, kecuali atas dasar ketakwaan kepada Tuhan.” Sumber takwa adalah hati nurani. Inti dari semuanya kita dituntut untuk saling menghargai eksistensi masing-masing dan bekerja bersama bagi upaya menegakkan kebaikan, kebenaran, dan keadilan diantara manusia. tanpa merendahkan, menyakiti, mengeksploitasi, dan menzalimi.
Kebebasan
“Dan sungguh, kami telah memuliakan anak-anak Adam. Kami angkat mereka di daratan dan lautan. Kami beri mereka rejeki dari yang baik-baik serta kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan ciptaan Kami.” (Q.S. al-Isra : 70)

Perempuan dalam paradigma Hak Asasi Manusia, memiliki seluruh potensi kemanusiaan sebagaimana dimiliki laki-laki. Sebagaimana halnya laki-laki, perempuan juga memiliki kekuatan fisik, akal pikiran, kecerdasan intelektual, kepekaan spiritual, hasrat seksual dan sebagainya. Atas dasar itulah, perempuan mempunyai hak memilih dan dipilih, memimpin dan dipimpin, berpolitik praktis, berpartisipasi, berorganisasi, berekspresi, memutuskan, dan menentukan arah sejarah kehihupan dimasa depan yang lebih baik. (Dalam buku IJTIHAD KYAI HUSEIN Upaya Membangun Keadilan Gender)
Perempuan harus Cerdas, Perempuan harus tampil dimuka Umum, dan Perempuan harus bergerak...

Rabu, 24 Januari 2018

MAKALAH “JANGKAUAN HISTORIS PERILAKU DALAM ORGANISASI”

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Perilaku Organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang perilaku tingkat individu dan tingkat kelompok dalam suatu organisasi serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun organisasi). Perilaku organisasi juga dikenal sebagai studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi,dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomisosiologiilmu politikantropologi dan psikologi.
Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang sumber daya manusia dan psikologi industri. Organisasi dalam pandangan beberapa pakar seolah-olah menjadi suatu “binatang” yang berwujud banyak, namun tetap memiliki kesamaan konseptual. Atau dengan kata lain, rumusan mengenai organisasi sangat tergantung kepada konteks dan perspektif tertentu dari seseorang yang merumuskan tersebut.
Setiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidupnya, karena pengaruh pengetahuan dan pengalamannya yang berbeda. Namun setiap manusia akan sama dalam satu hal yaitu ingin mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Perilaku organisasi adalah suatu sudi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu. Pada hakikatnya meliputi aspek yang ditimbulkan dari pengaruh manusia terhadap organisasi. Kerangka dasar pemikiran ilmu perilaku ini didukung paling sedikit dua komponen, yakni individu-individu yang berperilaku dan organisasi formal sebagai wadah dari perilaku tersebut. Ciri peradaban manusia yang bermasyarakat senantiasa ditandai dengan keterlibatannya dalam suatu organisasi tertentu. Itu berarti bahwa manusia tidak dapat melepaskan diri untuk tidak terlibat pada kegiatan bermasyarakat maupun organisasi.
Perilaku manusia dapat ditelusuri dari awal periode sejarah, dimulai dari spekulasi mengenai fisik manusia yang dapat kita jumpai melalui buah karya Filosof Yunani Plato. Filosof ini selalu membicarakan mengenai jiwa manusia yang dibagi atas 3 bagian, yakni: (1) Philosophic, yang merupakan suatu alat untuk mencapai ilmu pengetahuan dan pengertian, (2) Spirited, yakni suatu aspek dari jiwa manusia ini yang berusaha untuk mencari kekuasaan dan ambisi, (3) Appetite, yakni keinginan untuk memenuhi selera seperti misalnya makan, minum, seks, dan uang.
Plato percaya bahwa salah satu dari tiga bagian ini bisa mendominasi tingkah laku manusia, dan karena itu ia menggolong-golongkan manusia itu atas tiga tipe, yakni: filosofis, ambisius, dan pencinta keberuntungan (lovers of gaini). Walaupun minat Plato dalam perilaku manusia itu ditekankan pada filosofinya, namun analisisnya memberi pengaruh besar terhadap pemikir-pemikir dalam mendefinisikan asumsi-asumsinya mengenai bagaimana pemerintah atau organisasi negara ini dibentuk dan dibina. Kemudian, pada awal abad ke-20, muncul konsep berbagai konsep mulai dari manajemen ilmiah, klasik, hubungan manusiawi, hingga sampai pada perilaku organisasi modern.
1.2 Rumusan masalah
1.      Bagaimana Perkembangan Ilmu Perilaku Itu Terjadi ?
2.      Apa Landasan Perilaku Bagi Manajemen yang Sistematis ?
3.      Apa yang Dimaksud Dengan Hubungan Antar Manusia ?
1.3 Tujuan dan manfaat
Tujuan
a.       Untuk Mengetahui Dinamika Disiplin Ilmu Prilaku
b.      Untuk Mengetahui Landasan Perilaku Manajemen yang Sistematis
c.       Untuk Mengetahui Apa yang Dimaksud dengan Hubungan Antar Manusia
Manfaat
Bagi kami manfaatnya yakni menambah wawasan serta dapat memahami tentang jangkauan historis organisasi dalam aspek :
·         Dinamika disiplin ilmu perilaku
·         Landasan prilaku bagi manajemen yang sistematis
·         Hubungan antar manusia


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Perkembangan Ilmu Prilaku
A.   Pengertian Secara Epistemologi
Dari sudut biologis perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme yang bersangkutan yang dapat di amati secara langsung maupun tidak langsung.
Menurut soekidjo,N, 1993. perilaku adalah suatu aktifitas amanusia itu sendiri.
Menurut robert kwick, 1974. perilaku ádalah tindakan atau perilaku suatu organisme yang dapat amati dan bahkan dapat di pelajari
Menurut sri kusmiyati dan desminiarti 1990, perilaku ádalah proses interaksi individu dengan lingkungannya sebagai manifestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.
Apabila ditarik garis besar dari berbagai arti diatas baik dari sudut pandang biologis maupun menurut para ahli bahwa esensinya prilaku manusia adalah aktifitas yang timbul karena adanya stimulus dan respon serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung.
B.     Ciri-ciri prilaku manusia yang membedakannya dengan makhluk lain
Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (1983) dalam bukunya Pengantar Umum Psikologi, ciri-ciri umum prilaku mannusia adalah kepekaan sosial, kelangsungan prilaku, orientasi pada tugas, usaha dan perjuangan tiap individu adalah unik. Secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut :
a.       Kepekaan sosial
Artinya kemampuan manusia untuk dapat menyesuaikan prilakunya sesuai dengan harapn orang lain. Manusia adalah mahluk sosial yang dalam hidupnya perlu sahabat dan bekerjasama dengan orang lain. Prilaku manusia adalah situasional, artinya prilaku seseorang akan berbeda pada situasi yang berbeda.
b.      Kelangsungan prilaku
Artinya antara prilaku yang satu ada kaitannya dengan perilaku yang lain, prilaku yang sekarang adalah kelanjutan prilaku yang baru dan seterusnya. Jadi sebenarnya prilaku manusia tidak pernah berhenti pada suatu saat.
c.       Orientasi pada tugas
Artinya bahwa setiap prilaku manusia selalu memiliki orientasi pada suatu tugas tertentu. Apabila tugas disana diartiakan kerja maka, individu yang bekerja berorientasi untuk menghasilkan sesuatu.
d.      Usaha dan perjuangan
Usaha dan perjuangan manusia telah dipilih dan ditentukan sendiri, serta tidak akan memperjuangkan sesuatu yang memang tidak ingin diperjuangkan.
e.       Tiap-tiap individu manusia adalah unik
Unik disini mengundang arti bahwa manusia yang satu berbeda dengan manusia yang lainnya tidak ada manusia yang sama persis di muka bumi ini, walaupun ia dilahirkan kembar. Manusia mempunyai ciri-ciri, watak, tabiat, keperibadian dan motivasi tersendiri yang membedakannya dengan manusia lainya.
C.     Proses pembentukan perilaku
a.       Perilaku manusia terbentuk karna adanya kebutuhan. Menurut Abraham Harold Maslow, manusia memiliki Lima kebutuhan dasar, yaitu :
1)      Kebutuha filosofis/biologis, yang merupaka kebutuhan pokok utama. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi akan terjadi ketidak seimbangan fsiologis. Misalnya, kekurangan O2 yang menimbulkan sesak napas dan kekurangan H2O dan elektrolit yang menyebakan dehidrasi.
2)      Kebutuha rasa aman
3)      Kebutuhan mencintai dan dicintai
4)      Kebutuhan harga diri
5)      Kebutuhan aktualisasi diri
Tingkat dan jenis kebutuhan tersebut satu dan lainnya tidak dapat dipisahkan karna merupakan satu kesatuan atau rangkaian walaupun pada hakekatnya kebutuhan fsiologis merupak factor yang dominan untuk kelangsungan hidup manusia.
Kebutuhan, tidak dapat dipisah-pisahkan antara satu dan yang lain, misalnya memenuhi kebutuhan fisiologis dulu kemudian rasa aman dan setereusnya. Prilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan adalah secara simultan.
b.      Motivasi
Motivasi adalah dorongan penggerak untuk mencapai tujuan tertentu, baik disadari ataupun tidak disadari. Motivasi dapat hadir dari dalam diri individu ataupun dari lingkungan. Motivasi yang terbaik adalah motivasi yang timbul dari diri individu ( intrinsic ) bukan pengaruh lingkungan ( ekstrinsik )
c.       Factor perangsang dan penguat
Untuk menguatkan motivasi berperilaku dapat dilakukan dengan empat cara berikut :
·         Memberi hadiah dalam bentuk penghargaan pujian, piagam, hadiah, promosi pendidikan dan jabatan.
·         Kompetisi atau persaingan yang sehat
·         Mempertegas tujuan
·         Memberi informasi keberhasilan kegiatan yang telah dilakukan, untuk mendorong agar lebih berhasil
       I.            Pengaruh sikap dan kepercayaan
Sikap seseorang akan sangat mempengaruhi perilaku baik sikap positif maupun negatif.
D.    Faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang
a.       Faktor genetik atau faktor endogen
Tingkah laku manusia adalah corak kegiatan yang sangat dipengaruhi oleh faktor yang ada dalam dirinya. Faktor-faktor intern yang dimaksud antara lain jenis ras/keturunan, jenis kelamin, sifat fisik, kepribadian, bakat, dan intelegensia. Faktor-faktor tersebut akan dijelaskan secara lebih rinci seperti di bawah ini.
a)      Jenis,Ras/Keturunan
Setiap ras yang ada di dunia memperlihatkan tingkah laku yang khas. Tingkah laku khas ini berbeda pada setiap ras, karena memiliki ciri-ciri tersendiri. Ciri perilaku ras Negroid antara lain bertemperamen keras, tahan menderita, menonjol dalam kegiatan olah raga. Ras Mongolid mempunyai ciri ramah, senang bergotong royong, agak tertutup/pemalu dan sering mengadakan upacara ritual. Demikian pula beberapa ras lain memiliki ciri perilaku yang berbeda pula.
b)      JenisKelamin
Perbedaan perilaku berdasarkan jenis kelamin antara lain cara berpakaian, melakukan pekerjaan sehari-hari, dan pembagian tugas pekerjaan. Perbedaan ini bisa dimungkikan karena faktor hormonal, struktur fisik maupun norma pembagian tugas. Wanita seringkali berperilaku berdasarkan perasaan, sedangkan orang laki-laki cenderug berperilaku atau bertindak atas pertimbangan rasional.
c)      SifatFisik
Kretschmer Sheldon membuat tipologi perilaku seseorang berdasarkan tipe fisiknya. Misalnya, orang yang pendek, bulat, gendut, wajah berlemak adalah tipe piknis. Orang dengan ciri demikian dikatakan senang bergaul, humoris, ramah dan banyak teman
d)     Kepribadian
Kepribadian adalah segala corak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam dirinya yang digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsang baik yang datang dari dalam dirinya maupun dari lingkungannya, sehingga corak dan kebiasaan itu merupakan suatu kesatuan fungsional yang khas untuk manusia itu. Dari pengertian tersebut, kepribadian seseorang jelas sangat berpengaruh terhadap perilaku sehari-harinya
e)      Intelegensia
Intelegensia adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah dan efektif. Bertitik tolak dari pengertian tersebut, tingkah laku individu sangat dipengaruhi oleh intelegensia. Tingkah laku yang dipengaruhi oleh intelegensia adalah tingkah laku intelegen di mana seseorang dapat bertindak secara cepat, tepat, dan mudah terutama dalam mengambil keputusan
f)       Bakat
Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, misalnya berupa kemampuan memainkan musik, melukis, olah raga, dan sebagainya
b.      Faktor Eksternal
a)      Pendidikan
Inti dari kegiatan pendidikan adalah proses belajar mengajar. Hasil dari proses belajar mengajar adalah seperangkat perubahan perilaku. Dengan demikian pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku seseorang. Seseorang yang berpendidikan tinggi akan berbeda perilakunya dengan orang yang berpendidikan rendah.
b)      Agama
Agama akan menjadikan individu bertingkah laku sesuai dengan norma dan nilai yang diajarkan oleh agama yang diyakininya.
c)      Kebudayaan
Kebudayaan diartikan sebagai kesenian, adat istiadat atau peradaban manusia. Tingkah laku seseorang dalam kebudayaan tertentu akan berbeda dengan orang yang hidup pada kebudayaan lainnya, misalnya tingkah laku orang Jawa dengan tingkah laku orang Papua.
d)     Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu, baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial. Lingkungan berpengaruh untuk mengubah sifat dan perilaku individu karena lingkungan itu dapat merupakan lawan atau tantangan bagi individu untuk mengatasinya. Individu terus berusaha menaklukkan lingkungan sehingga menjadi jinak dan dapat dikuasainya.
e)      SosialEkonomi
Status sosial ekonomi seseorang akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu, sehingga status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi perilaku seseorang
E.     Bentuk prilaku
Prilaku dapat diberi batasan sebagai suatu tanggapan individu terhadap rangsangan yang berasal dari dalam maupun dari luar diri individu tersebut. Secara garisbesar bentuk prilaku ada dua macam yaitu :
Ø  Prilau pasif ( responsif internal )
Prilaku yang sifatnya masih tertutup, terjadi dalam diri individu dan tidak dapat di amati secara langsung. ( berfikir, berfantasi,berangan-angan dll )
Ø  Perilaku aktif ( respons eksternal )
Perilaku yang sifatnya terbuka, perilaku yang aktif adalah prilaku yang dapat diamati langsung, berupa tindakan yang nyata.


2.2 Landasan Prilaku bagi Manajemen yang Sistematis
A.    Landasan teoritis perilaku etis
Teori dan praktik etis adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Karna teori memberikan landasan dan alasan mengapa sebuah tindakan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan prilaku etis manusia: etika, moral, norma dan estetika.
1)      Pengertian secara epistemologi
a.       Etika
Dr. Kies Berten ( 2004 ) dalam buku Etika menjabarkan beberapa pengertian tentang etika dari tinjauan etimologi. Menurut K. Barten, berasal dari kata yunani kuno, yakni ethos ( bentuk kata tunggal ) yang berarti tempat tinggal, padang rumput, kandang, kebiasaan atu adat, akhlak, watak perasaan, sikap dan cara berfikir.namun demikian etika dimngerti secara umum sebagai ilmu tentang apa yang bisa kita lakukan. Etika adalah ilmu adat kebiasaan manusia ( BDK. K. Barten, Etika, Sri Filsafat Atmajaya, 15 Gramedia, Jakarta, halaman 4 )
Dalam kamus umum bahasa Indonesia ( W.J.S Poerwadarminto, 2002 ) etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak ( moral ). Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 etika dimengerti sebagai. Pertama, ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral ( ahlak ). Kedua, etika merupakan sekumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan ahlak atau kode etik. Ketiga, etika dimengerti sebagai nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atu kelompok.
Pengertian lain lagi mengenai etika menurut Prof. Dr. Frans Magnis Sueseno mengartikan etika sebagai ilmu yang mencari orientasi ( ilmu yang memberi arah dan pijakan pada tindakan manusia ).
Berlandakan pengertian-pengertian diatas kita dapat mengartikan etika menjadi tiga bagian: Pertama, etika merupakan system nilai, yakni nilai-nilai atau norma-norma moral yang menjadi pegangan ( landasan, alasan dan orientasi hidup seseorang atau kelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya. Kedua, etika adalah kumpulan asas-asas akhlak ( moral ) atau semacam kode etik. Ketiga, etika merupakan ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Hal ini terjadi apabila nilai-nilai, norma-norma moral, asa-asa ( akhlak ) atau kode etik yang terdapat dalam suatu masyarakat menjadi bahaan refleksi ( pemikiran ) secara menyeluruh ( holistic ), sistematis dan metodis.
b.      Moral
Secara etimologis kata moral berassal dari bahasa latin Mos ( Tunggal ) atau Moris ( jamak )yang berarti kebiasaan atau adat istiadat. Dengan demikian kata etika dan moral memiliki arti yang sama, hanya asal bahasanya saja yang berbeda. Kesamaan arti dari kedua kata itu berhubungan dengan adat istiadat, nilai- nilai atau norma-norma dan orientasi hidup seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. ( BDK. K. Barten, op.cit, Hal. 7 ).
c.       Estetika
Secara sederhana estetika adalah ilmu yang membahas tentang keindahan, Estetika disebut juga dengan filsafat keindahan ( Philosophy of Beauty ), yang berasal dari kata aisthetika atau aesthesis ( Yunani ) yang artinya hal-hal yang dapat dicerap dengan indera atau cerapan indera. Estetika membahas hal yang berkaitan dengan refleksi kritis terhadap nilai-nilai atas sesuatu yang disebut indah atau tidak indah. Sekitar 500-300 SM, pemikir dari zaman Yunani, seperti Socrates , Plato, Aristoteles, Plotinus, dan St. Agustinus ( di Zaman kemudian ). Mereka membicarakan seni dalam kaitannya dengan filsafat mereka tentang apa yang disebut “Keindahan”. Pembahasan tentang seni masih dihubungkan dengan pembahasan tentang keindahan. Inilah sebabnya pengetahuan ini disebut filsafat keindahan, termasuk di dalamnya keindahan alam dan keindahan karya seni. Seni (art) aslinya berarti teknik, pertukangan, keterampilan yang dalam bahasa Yunani Kuno sering disebut techne. Pada pertengahan abad ke XVII, di Eropa dibedakan keindahan umum (termasuk alam) dan keindahan karya seni atau benda seni. Dari sinilah muncul fine art atau hight art ( seni halus dan seni tinggi ), yang dibedakan dengan karya-karya seni pertukangan (craft). Seni pada zaman itu dikategorikan sebagai artifact atau benda hasil buatan manusia. Artefak pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi tiga golongan, yakni benda-benda yang berguna tetapi tidak indah, kedua benda-benda yang berguna dan indah, dan yang ketiga, benda-benda yang indah tapi tak ada kegunaan praktisnya. Artefak jenis yang ketiga inilah yang dibisarakan dalam estetika. Pada tahun 1750 istilah estetika diperkenalkan oleh filsuf bernama A.G. Baumgarten (1714-1762). Istilah estetika ini diambil dari bahasa Yunani Kuno, aistheton, yang berarti “kemampuan melihat melalui penginderaan”. Baumgarten menamakan seni itu sebagai pengetahuan sensoris, yang dibedakan dengan logika yang dinamakannya pengetahuan intelektual. Tujuan estetika adalah keindahan, sedang tujuan logika adalah kebenaran. Keindahan merupakan pengertian yang di dalamnya tercakup sebagai aktivitas kebaikan.
B.     Manajemen yang sistematis
Pengertian dan peranan manajemen
Manajemen dapat di artikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Para ahli ekonomi umumnya mempunyai pengertian yang berbeda tantang manajemen, berikut pengertian dengan demikian sebenernya manajemen itu hampir selalu ada pada setiap kegiatan manusia sebab manusia akan selalu berusaha berkumpul dan bekerja sama.
Fungsi dan Proses Manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang selalu ada dan melekat dalam proses manajemen yang akan dijadiakan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen dapat dilakukan di perusahaan manapun. Pada fungsi manajemen tersebut terdapat beberapa pendapat mengenai fungsi manajemen:
1.  George R. Terry
Fungsi manajemen: planning,organizing, actuating, dan controlling.
2.  Harold Kontz dan Cyrill O’Donnel
Fungsi manajemen: planning, organizing, staffing, directing, dan
conrtolling.
3.  Henry Fayol
Fungsi manajemen: planning, organizing, commanding, coordinating dan controlling
Berikut ini adalah garis besar dari keseluruhan teori yang telah dijabarkan di atas kita dapoat menyimpulkan tiga fungsi manajemen yang sangat umum digunakan yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan pengontrolan.
1.  Perencanaan (planning)
Perencanaan adalah kegiatan pertama seorang manajer dalam rangka    melaksanakan fungsi manajemen agar dapat membuat keputusan yang teratur dan logis sebelumnya harus ada keputusan terlebih dahulu sebagai petunjuk langkah-langkah selanjutnya. Keputusan itu mencakup hal-hal berikut:
·         Analisis, yaitu perhitungan bagaimana perkiraan dimasa depan.
·         Sasaran, yaitu perincian singkat dan tugas mengenai sasaran yang ingin   dicapai,menetapkan hasil yang diinginkan.
·         Kebijakan, yaitu rumusan cara-cara kerja yang akan dilaksanakn.
·         Program, yaitu urutan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran.
·         Skedul waktu, yaitu penetapan waktu atau jadwal yang harus dilakukan.
·         Anggaran keuangan, yaitu penetapan sumber-sumber keuangan yang digunakan untuk melaksanakan proyek yang direncanakan.
Planning yang efektif harus memenuhi 5 W 1 H:
-  What   : apa tujuan yang hendak dicapai
-  Why    : mengapa hal tersebut perlu dilakukan.
-  Where : dimana hal tersebut akan dilakukan.
-  When : kapan hal tersebut akan dilakukan
-  Who  : bagaimana cara melakukannya
2. Fungsi perencanaan bermanfaat untuk hal-hal berikut:
a.  Mengimbangi ketidakteraturan dari perusahaan.
b.  Memusatkan perhatian pada sasaran.
c.  Memperoleh pengelolaan yang ekonomis dan dan efektif
d.  Memudahkan pengawasan.
e.  Mendorong orang memberikan prestasi.
3.  Pelaksanaan (Actuating)
Actuating atau tahap pelasanaan merupakan penerapan atau implementasi dari rencana yang telah ditetapkan dan diorganisasikan.Actuating merupakan langkah-langkah pelaksanaan rencana didalam kondisi nyata yang mekibatkan segenap anggota organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Actuating adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadarab secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini dibutuhkan kepemimpinan (Leadership).
Leadership adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan tulus sehingga pekerjaan berjalan lancar dan tujuan dapat tercapai.
4.  Pengawasan (Controlling)
Pengawasan adalah fungsi manajemen yang tak kalah pentingnya, karna didalam pengawasan dilakukan koreksi. Pengawasan diperlukan untuk melihat apakah rencana dilaksanakan sesuai dengan tujuan. Tujuan pengawasan adalah untuk mencegah atau untuk memperbaiki kesalahan,penyimpangan, penyelewengan dan kegiatan lainnya yang tidak sesuai dengan rencana. Didalam pengawasan paling tidak dilakukan tiga proses, yaitu:
·         Melakukan pengukuran terhadap hasil kerja yang telah dicapai.
·         Melakukan perbandingan hasil kerja yang telah dicapai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
·         Melakukan koreksi terhadap hasil kerja yang meliputi pembiayaan dan efesiensi kerja.

2.3 Hubungan Anatar Manusia
Manusia adalah makhluk sosial sekaligus makhluk individual. Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki motif untuk mengadakan hubungan dan hidup bersama orang lain yang kemudian disebut dorongan sosial.
1)      Definisi
Menurut BONNER, hubungan antara dua atau lebih individu manusia dan perilaku individu yang satu mempengaruhi, mengubah, dan memperbaiki perilaku individu lain atau sebaliknya.
·         HAM (arti luas) : interaksi antara seseorang dengan orang lain dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan, bisa dilakukan di rumah, di jalan, di dalam kendaraan umum ( misal bis, kereta api ) dan sebagainya.
·         HAM  (arti sempit) : interaksi antara seseorang dengan orang lain. Akan tetapi interaksi di sini hanyalah dalam situasi kerja dan dalam organisasi kerja ( work organization ).
a.       Komunikasi Antar Manusia/Transaksional
·         transaksional dimana terjadi interaksi yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi antar individu.
·         masing-masing individu dapat sebagai pengirim dan penerima pada waktu yang sama
·         Gangguan mispersepsi (komunikasi tidak efektif)
b.      Komunikasi Antar Manusia Merupakan Multidimensi
·         mengandung dimensi isi dan dimensi berhubungan
·         Dimensi Isi berarti bahwa komunikasi adalah proses menyampaikan informasi menggunakan bahasa yang mudah
·         Dimensi berhubungan terkait dengan status hubungan yang terjalin antara pengirim dan penerima.
2)      Faktor-Faktor Yang Mendasari Interaksi Sosial
Menurut Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss (2000)
·         Kedekatan Geografis (Proksimitas) :intensitas  sering mempengaruhi interaksi sosial.
·         Kemiripan (Similarity) : hal usia, pendidikan, latar belakang etnik, agama, ras, status sosial ekonomi.
·         Situasi
o   Rasa suka timbal balik yang dipersepsi hubungan timbal balik
o   Perubahan dalam penghargaan  diri membawa pengaruh peningkatan harga diri.
o   Kecemasan mengubah kriteria dlm memilih teman
o    Isolasi naluri manusia utk berinteraksi
o   Kebutuhankebutuhan yang saling melengkapi
3)      Faktor-Faktor Yang Menentukan Interaksi Sosial
       I.            Adanya rasa percaya
sikap mengandalkan perilaku orang lain untuk mencapai tujuan yang dikehendaki  tidak akan berjalan baik dan lancar bila tidak ada rasa saling percaya.
faktor  yang berpengaruh :

·         Menerima, tanpa menilai , mengkritik
·         Empati
    II.            Sikap suportif
sikap yang mengurangi sikap melindungi diri (defensive) dalam komunikasi (mau menerima, jujur dlm interaksi)
Jack R. Gibb, mengemukakan :

·         Evaluasi vs diskripsi
Evaluasi adalah penilaian terhadap orang lain (pujian, kecaman ) deskripsi adalah penyampaian penjelasan tentang perasaan dan persepsi seorang tanpa ada unsur penilaian

·         Kontrol vs orientasi masalah
orientasi masalah : upaya untuk memecahkan masalah dengan mengkomunikasikan persoalan kepada orang lain untuk bekerjasama mencari pemecahannya.

·         Strategi vs spontanitas
strategi : cara yang digunakan utk mempengaruhi orang lain.

·         Spontanitas menunjukkan respon langsung dan menunjukkan  kejujuran seseorang.
strategi : cara yang digunakan utk mempengaruhi orang lain.

·         Netralitas vs empati
Netralitas : memperlakukan orang lain tidak sebagaimana mestinya,  acuh tak acuh, empati merupakan sikap memahami orang lain

·         Superior vs persamaan
superior akan menimbulkan orang lain menutup diri sikap persamaan, tidak membeda-bedakan

·         Kepastian vs provinsialisme
Seseorang yang merasa memiliki kepastian umumnya bersifat dogmatis, ingin menang sendiri provinsialisme  : kesediaan meninjau kembali pendapat orang lain

 III.            Sikap terbuka
Sikap terbuka amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang     efektif.

2)      Bentuk interaksi sosial
·      Kerja sama ialah suatu bentuk interaksi sosial dimana orangorang atau kelompok-kelompok bekerja sama Bantumembantu untuk mencapai tujuan bersama
·      Persaingan adalah suatu bentuk interaksi sosial dimana orangorang atau kelompok- kelompok berlomba meraih tujuan yang sama.
·      Pertentangan adalah bentuk interaksi sosial yang berupa perjuangan yang langsung dan sadar antara orang dengan orang atau kelompok dengan kelompok untuk mencapai tujuan yang sama.
·      Persesuaian ialah proses penyesuaian dimana orang- orang atau kelompok- kelompok yang sedang bertentangan bersepakat untuk menyudahi pertentangan tersebut atau setuju untuk mencegah pertentangan yang berlarut- larut dengan melakukan interaksi damai baik bersifat sementara maupun bersifat kekal. Selain itu akomodasi juga mempunyai arti yang lebih luas yaitu, penyesuaian antara orang yang satu dengan orang yang lain, antara seseorang dengan kelompok, antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
·      Perpaduan adalah suatu proses sosial dalam taraf kelanjutan, yang ditandai dengan usaha-usaha mengurangi perbedaan yang terdapat di antara individu atau  kelompok. Dan juga merupakan usaha- usaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
            Jangkauan Historis prilaku dalam organisasi sangat kompleks pembahasannya karna pada prinsipnya prilaku itu mencakup hakikat dari diri seseorang dan kelompok orang ( organisasi ) sehingga diperlukan pembahasan yang mendetail untuk sampai kepada tingkat pemahaman yang radik dan komperhensif.
            Seiring dengan dinamika sosial masyarakat yang disetiap kurun dan zamannya mempunyai perubahan. Begitupun disiplin ilmu perilaku yang sama halnya mempunyai perubahan karna, pada prinsipnya ilmu itu berkembang dan dapat dikembangkan secara subjektif. Esensinya prilaku merupakan bentuk penjabaran dari etika dan moral yang keduanya sangat terintegrasi satu samalainnya sehingga menjadi acuan dalam setiap aktifitas individu ataupun kelompok dalam menjalani kehidupannya.
            Landasan prilaku pula yang pada akhirnya melahirkan suatu system di dalam kehidupan masyarakat karna manusia sebagai human society yang menciptakan tataperadaban dan tataperadaban itu tercipta oleh prinsip bahwa manusia mempunyai hubungan dengan sesamanya..
Artinya prilaku yang berlandaskan nilai nilai moral menjadi modal awal bagi manusia ketika bersentuhann dengan konsep hubungan antar sesame manusia, dengan hubungan antar manusia itu mengharusskan adanya interaksi didalam pelaksanaannya karna pada prinsipnya manusia dalam konteks sosial merupakan human relationshif.
Bahkan konteks hubungan antar manusia termaktub didalam prinsip individu sebagai makhluk. Yaitu Selain hubungan spiritual dengan sang khaliq, hubnugan manusia dengan alam semesta secara keseluruhan dan terakhir hubungan antar manusia menjadi sangat penting karna posisi yang begitu strategis yaitu sebagai penyeimbang antara hubungan dengan allah dan alam semesta, tentu dengan demikian manusia menempatkan diri sebagai subjek.

3.2 Saran

            Berdasarkan uraian di atas maka, pada prinsipnya manusia memegang peranan penting dalam segala aspek baik itu secara intrinsic maupun ekstrinsik. Prilaku merupakan bagian dari dalam dan luar manusia itu sendiri. Maka sangat dipandang perlu bagi setiap individu untuk dapat memahami dirinya sendiri, memahami berbagai disiplin ilmu terkhusus apa yang sedang kita bahas saat ini yaitu tentang prilaku. Karna berpikir dan bertindak menandakan kita ada.